Implan Payudara

5 Kasus Mengerikan Akibat Implan Payudara

Blogs-tutorial.com , Implan Payudara , Memiliki payudara yang kencang dan besar merupakan impian banyak kaum wanita. Payudara dipandang sebagai satu faktor penunjang keseksian tubuh, yang menjadikan kecantikan wanita semakin sempurna. Segala upaya dilakukan oleh wanita agar payudaranya bisa terlihat padat berisi dan kencang. Seperti, melakukan implan payudara.

Sejarah penggunaan implan payudara dimulai sekitar tahun 1940, dimana para penjaja cinta di Jepang menyuntik payudara mereka dengan zat seperti parafin, spons, dan silikon non-medis. Mereka melakukan hal itu untuk menarik perhatian para prajurit Amerika, yang melakukan invasi ke Jepang.

Penelitian mengenai implan payudara terus dilakukan oleh para pakar di bidang kesehatan. Tahun 1960, dua ahli bedah plastik asal Texas, Frank Gerow dan Thomas Cronin, mengembangkan implan silikon payudara pertama. Dua tahun kemudian, implan silikon itu mulai dipasang di tubuh manusia, dimana Timmie Jean Lindsey menjadi wanita pertama yang melakukannya.

Implan payudara semakin digemari dan menjadi bahan gosip di kalangan kaum wanita. Hingga kini, ribuan wanita di dunia telah melakukan implan payudara. Penggemarnya pun kebanyakan berasal dari para selebriti ternama. Sebut saja model asal Inggris Katie Price, istri pesohor sepakbola dunia sekaligus penyanyi dan disainer pakaian Victoria Beckham, model majalah dewasa dan pemain film Pamela Anderson, biduanita terkenal Janet Jackson, dan bintang film Transformer yang seksi Megan Fox.

Pesohor di Indonesia yang juga melakukan implan payudara adalah presenter Becky Tumewu, diva bersuara emas Kris Dayanti, dan sosialita yang terkait kasus penggelapan dana nasabah Malinda Dee.

Namun, amankah melakukan implan payudara? Pertanyaan ini selalu menggelayut dalam benak para wanita cantik yang memiliki payudara indah dengan cara implan. Terlebih, berita mengenai penggunaan zat kimia palsu dan berbahaya sebagai bahan pembuat implan, sedang marak.

Bila dilihat dari sejarahnya, kasus mengenai bahaya penggunaan implan payudara muncul pertama kali pada tahun 1977. Ketika itu, gugatan seorang wanita asal Cleveland, dimenangkan oleh pengadilan Amerika dengan bantuan seorang pengacara asal Houston, Richard Mithoff.

Dengan publikasi yang sedikit dari media, wanita itu berhak menerima uang sebesar $170 ribu dari perusahaan produksi implan Dow Corning. Uang tersebut sebagai ganti rugi atas penderitaannya setelah mengalami pecah implan sehingga harus menjalani operasi, dan kasus ditutup.

Nah, berikut informasitips sampaikan 5 kasus mengerikan yang ditimbulkan akibat penggunaan implan payudara.

1. Menyebabkan kanker

Dugaan akan implan payudara sebagai penyebab kanker semakin diperkuat dengan penelitian dan banyaknya kasus yang terjadi. Kabar ini sudah mencuat sejak 1980, berdasarkan penelitian kesehatan yang dilakukan oleh Public Citizen Ralph Nader, yang menyatakan bahwa implan payudara silikon dapat menyebabkan kanker. Bahkan, bisa berujung pada kematian.

Bahan implan payudara yang mengalami kerusakan dalam tubuh, dapat berakibat fatal.

Lembaga keselamatan produk kesehatan Prancis (AFSSAPS) menyatakan bahwa ada 20 kasus kanker yang dilaporkan oleh perempuan yang mengimplan payudara, yang diduga akibat kerusakan bahan cangkok payudara yang diproduksi oleh Poly Implant Prothese (PIP).

Korban gagal implan payudara pertama adalah seorang wanita warga Marseilles, Perancis, bernama Edvizh Ligonesh (39). Ia meninggal akibat limfoma yang menyebar dalam tubuhnya. Limfoma merupakan tipe kanker yang terjadi pada limfosit atau sel darah putih. Limfoma itu disebabkan oleh cangkang pelindung implan dapat mengurai dengan mudah, sehingga gel silikonnya keluar dari cangkang dan masuk ke kelenjar tubuh.

Kasus yang membuat miris adalah seorang bocah perempuan bernama Luna, yang didiagnosis terkena tumor otak sejak usia 18 bulan dan divonis menderita kanker otak saat berusia 5 tahun. Penyebabnya adalah, sang ibu bernama Lucy Petagie (38), menyusui anaknya dengan kondisi implan payudaranya yang pecah tanpa disadari.

Berdasarkan kisah yang diangkat oleh TheSun di awal Februari 2012, ternyata silikon buatan Poly Implant Prothese (PIP) yang digunakan Petagie terbuat dari bahan dasar silikon industri, yang tidak aman bagi manusia. Hasil diagnosis dokter pada Luna menunjukkan, bahwa ia menderita tumor ganas yang disebut ependymoma.

2. Implan pecah

Kasus menggelikan sekaligus mengerikan dialami oleh seorang wanita asal Rusia bernama Irena D. Ia memiliki payudara hasil implan yang berukuran F, dan pecah dalam pesawat saat melakukan perjalanan dari Moskow ke California, pertengahan 2009.

Saat itu, ia menggunakan pesawat Aeroflot Boeing 767-300, dan sedang transit di bandara Los Angeles. Selama penerbangan, Irena merasakan sakit teramat sangat di bagian payudaranya dan sangat kritis. Ia pun diturunkan dari pesawat dan dilarikan ke rumah sakit.

Dokter yang melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap Irena mengatakan, sakit yang diderita wanita berusia 45 tahun itu diakibatkan oleh letusan implan yang tidak mampu menahan perbedaan tekanan di pesawat selama perjalanan.

Irena diharuskan untuk menjalani operasi pengangkatan payudara, agar menghentikan penyebaran peradangan. Ia harus merelakan kehilangan bentuk payudaranya yang indah, dan harus mengeluarkan uang yang banyak untuk biaya operasi. Bahkan, ancaman kesehatan serius dapat diderita Irena bila nekad melakukan perbesaran payudara lagi.

Pecahnya implan payudara juga bisa diderita wanita pemilik payudara palsu saat berhubungan badan. Ini dikarenakan tekanan saat tubuh bertemu dalam melakukan hubungan badan. Kemungkinan ini bisa terjadi apabila dua pasangan bercinta dengan berlebihan dan heboh.

3. Rentan bunuh diri

Hasil penelitian para ahli yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Plastic Surgery, menunjukkan bahwa ada korelasi antara wanita yang memasang implan payudara dengan tindakan bunuh diri. Menurut penelitian, wanita yang memasang implan payudara, hampir tiga kali lebih mungkin melakukan bunuh diri, daripada mereka yang tidak menggunakan payudara palsu.

Data tersebut semakin diperkuat oleh seorang peneliti Amerika Serikat bernama Loren Lipworth. Peneliti dari the Vanderbilt University Medical Center, Tennessee, bersama rekannya melakukan penelitian terhadap 3.327 wanita Swedia yang memasang implan payudara, dalam rentang waktu antara 1965 dan 1993.

Penelitian Lipworth dan rekannya ini memperoleh hasil bahwa beberapa wanita yang memasang implan payudara kemungkinan awalnya memiliki masalah kejiwaan. Seperti, krisis kepercayaan diri atau tidak suka dengan bentuk tubuhnya.

Karena berambisi untuk selalu tampil sempurna, wanita akan menjadi depresi bila tidak bisa memiliki payudara yang sesuai keinginan, dan berujung pada pelarian alkohol serta obat terlarang. Krisis kepercayaan diri, depresi, alkohol, dan obat terlarang, menjadi pemicu seseorang untuk melakukan bunuh diri.

4. Implan bocor

Kasus implan bocor diberitakan oleh Dailymail akhir Agustus 2011, yang dialami oleh seorang perempuan yang tidak diungkap identitasnya dan berasal dari Croydon, London Selatan. Implannya yang bocor dikarenakan tertembak peluru paintball. Awalnya, wanita itu tidak mengeluh apapun selain rasa sakit seperti orang yang tertembak peluru mainan.

Permasalahan timbul dua hari kemudian. Ia mengalami rasa nyeri teramat sangat dan tidak juga hilang, yang berasal dari bentuk luka seperti tertusuk di bagian payudaranya. Tanpa menunggu lebih lama, ia langsung pergi ke dokter untuk berkonsultasi mengenai sakitnya itu.

Pemeriksaan yang dilakukan dokter menunjukkan bahwa implan payudaranya mengalami kebocoran, yang diakibatkan oleh benturan keras. Ia pun harus menjalani masa pemulihan dan operasi untuk mengatasi kebocoran implan payudaranya.

5. Tersedot dekat paru-paru

Kejadian ini diungkap dalam New England Journal of Medicine edisi 15 Desember 2011, dimana Dr Tiffany Fong menangani pasien wanita di unit gawat darurat RS John Hopkins, yang mengalami kondisi dadanya mendadak rata usai melakukan sesi peregangan pilates. Ternyata, dua implan payudaranya tersedot masuk ke dalam tubuh dan berada di dekat paru-paru.

Wanita berusia 59 tahun yang dirahasiakan identitasnya itu, harus menjalani bedah implan payudara dan operasi katup jantung. Ia pun selamat dari kanker payudara setelah menjalani mastektomi ganda.

Pemasangan implan memang akan membuat bentuk payudara menjadi indah sesuai dengan keinginan si pengguna. Namun, setidaknya para wanita yang ingin menggunakan implan harus mempertimbangkan dengan matang mengenai risiko dan manfaatnya.

Jangan sampai, bayangan memiliki tubuh sempurna dengan payudara yang indah, berubah menjadi bahaya yang bisa mengakibatkan nyawa meregang. Pastikan terlebih dahulu bahan silikon yang akan digunakan, dan kualitas dokter yang akan menangani operasi pemasang

Tinggalkan Komentar